Minggu, 07 Juni 2015

“ Jadi Kamu, Penyebab Diareku?”

Afriani (2014) dalam tesisnya “Proteus mirabilis adalah bakteri Gram negatif anggota famili Enterobacteriaceae yang terdapat dalam saluran pencernaan manusia dan hewan. Bakteri ini berbentuk batang (1.5 x 2.0 μm), tidak membentuk spora, bergerak sangat aktif dengan flagella peritrik (Jacobsen et al. 2008). Bakteri P. mirabilis tumbuh optimum pada suhu 35-37 °C, berbentuk batang pendek dengan 6-10 flagella peritrik jika ditumbuhkan di dalam media cair (Manos dan Belas 2006). Karakteristik biokimia bakteri ini umumnya memfermentasi xilosa, namun tidak memfermentasi laktosa, manitol, dulsitol, adonitol, sorbitol, arabinosa dan rhamnosa. Uji oksidase negatif, uji urease positif dan uji lisin dekarboksilase negatif. P. mirabilis memberi reaksi positif terhadap uji sitrat dan ornithin dekarboksilase serta menghasilkan hidrogen sulfida (O’hara et al. 2000)”.
Klasifikasi (Wachida, 2010)
Kingdom      :  Bacteria
Phylum         :  Proteobacteria
Class             :  Gamma Proteobacteria
Order            :  Enterobacteriales
Family          :  Enterobacteriaceae
Genus           :  Proteus
Species         :  Proteus mirabilis
Bakteri P. mirabilis sebagai salah satu flora normal ditemukan hidup pada saluran pencernaan mamalia dalam jumlah yang kecil (Collins dan Gibson 1999 dalam Afriani 2014). Pada Mufida (2010), bahwa bakteri ini sering ditemukan di tanah dan air.
P. mirabilis memiliki peranan untuk mencegah kolonisasi bakteri lain melalui kompetisi bakteri dan mencegah melekatnya mikroorganisme patogen pada mukosa usus (Collins dan Gibson, 1999 dalam Afriani, 2014). Selain itu Proteus mirabilis merupakan salah satu bakteri enteropatogen kelompok Gram negatif dari famili Enterobacteriacea yang dapat menyebabkan diare. Silham (2012) dalam Afriani (2014) melaporkan dari 518 sampel feses anak penderita diare terdapat sekitar 94 isolat Proteus dengan persentase Proteus mirabilis sebesar 91.5 % dan Proteus penneri sebesar 8.5%. Untuk dapat menyebabkan infeksi, mikroorganisme melibatkan beberapa tahap, yaitu dimulai dengan pelekatan/adhesi pada permukaan sel inang, dan selanjutnya dapat terjadi invasi dan menyebar secara local/sistemik. Kemampuan bakteri untuk melekat pada sel inang diperantai oleh molekul adhesi yang terdapat pada bakteri dan reseptor yang terdapat pada sel inang. Molekul adhesi pada bakteri bisa terletak di pili atau di outer membrane protein (OMP). Pelekatan bakteri ke sel inang ini bersifat spesifik. Spesifitas ini berhubungan dengan ketersediaan reseptor yang sesuai dan hal ini akan menentukan bagian tubuh yang akan diinfeksi oleh bakteri (Salyers, 2002).
Sumber utama terjadinya infeksi Proteus mirabilis pada manusia karena mengonsumsi produk asal ternak yang terkontaminasi, misalnya dengan memakan telur atau daging ayam yang terkontaminasi dan tidak dimasak sempurna atau setengah matang, maka akan mengakibatkan gastroenteritis pada manusia (Cherry WB et al.1946 dalam Afriani 2014).
Mengurangi keberadaan Proteus mirabilis pada produk asal ternak secara signifikan juga akan mengurangi paparan bakteri tersebut pada manusia. Salah satu pengendalian yang penting adalah menjaga kebersihan peternakan. Sebaiknya telur, daging, susu, dan bahan olahan lainnya diolah dengan baik dengan cara dimasak sampai matang dan apabila belum diolah disimpan pada lemari pendingin untuk keamanan produk peternakan (Blossom C, 2014 dalam Mufida, 2010). Langkah pengobatan yang paling sering digunakan untuk mengendalikan penyakit diare akibat P. mirabilis adalah dengan pemberian antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan dan atau membunuh bakteri patogen tersebut. Namun, beberapa penelitian melaporkan bahwa saat ini penggunaan antibiotik untuk mengendalikan bakteri patogen ini menjadi tidak efektif digunakan karena timbulnya resistensi P. mirabilis terhadap antibiotik. Afriani (2014) menyatakan beberapa isolat P. mirabilis multiresisten terhadap sepuluh jenis antibiotik, yaitu: ampicillin, gentamicin, ceftazidime, cefotaxime, cefuroxime, cefalothin, cefepime, piperacillin, trimethoprim atau sulfamethoxazole dan ciprofloxacin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa isolat P. mirabilis memiliki gen ESBL (extended-spectrum β- lactamases) yang berperan dalam peningkatan resistensi P. mirabilis terhadap antibotik golongan β- lactam.

Afriani (2014) menyatakan, bakteri P. mirabilis yang resisten antibiotik dapat mencemari air dan makanan. Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka banyak penelitian dilakukan untuk mencari dan mengetahui agen biokontrol yang bersifat ramah lingkungan untuk mengatasi pencemaran air dan makanan oleh P. mirabilis, salah satunya dengan penggunaan fag litik. Penggunaan fag litik dalam mengontrol pertumbuhan bakteri patogen manusia merupakan suatu metode alternatif alami yang bersifat ramah lingkungan. Sumber fag yang paling umum digunakan untuk mereduksi bakteri patogen pencemar air dan makanan dapat diisolasi dari tinja, berbagai macam bahan pangan, air, limbah, tanah, dan jaringan tubuh yang terinfeksi. Beberapa fag telah diaplikasikan sebagai biokontrol pencemaran makanan, diantaranya fag litik Enterobacter sakazaki yang diaplikasikan pada susu formula bayi, fag litik Salmonella dan Campylobacter pada karkas ayam, fag litik FR38 yang diaplikasikan pada sosis, susu dan air mampu menurunkan cemaran Salmonella P38 indigenous secara signifikan.

Referensi:
Salyers AA, Whitt D. Bacterial Pathogenesis: bacterial strategies for envanding or surviving the defense systems of the human body.2th ed. Washington DC: ASM Press 2002; 115-127.
Afriani Rahmi, Tesis Karakterisasi Fag Litik Proteus mirabilis Resisten Antibiotik Asal Feses Penderita Diare http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71383 .2014. Diaskes pada 29 Mei 2015, pukul 7.17 WIB
Bobby Henderson, Colorized electron micrograph of a P. Mirabilis swarmer cell. http://www.venganza.org/2007/01/a-scientist-converts-evidence-of-his-children/. 2007. Diaskes pada 7 June 2015, pukul 6.55 WIB
Mufida Diana Chusna, Jurnal Identifikasi Protein Hemaglutinin Pili  Proteus Mirabilis P 355. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=72509&val=4914 . 2010. Diaskes pada 29 Mei 2015, pukul 8:39 WIB           

Wachida, Proteus Mirabilis Penyebab ISK http://blog.ub.ac.id/wachida/sample-page/proteus-mirabilis-penyebab-infeksi-saluran-kemih-isk-pada-hewan/ .2010. Diaskes pada 29 Mei 2015, pukul 7.29 WIB

59 komentar:

  1. paparan yg bagus dian, saya mau menambahkan cara kerja antibiotik terhadap bakteri ini saja yaa dian.

    Beberapa antibiotik yang sering digunakan sebagai obat hewan untuk
    mencegah dan mengobati infeksi penyakit yang disebabkan oleh enterobactericea
    adalah siprofloksasin, kloramfenikol, sefotaksim dan imipenem (Noor SM et
    al.2005; Brunton LL 2011).

    Siprofloksasin merupakan antibiotik golongan flurokuinolon biasanya digunakan sebagai obat hewan untuk mencegah dan mengobati infeksi penyakit (Noor SM et al.2005). Siprofloksasin bersifat bakterisid (membunuh bakteri) dengan mekanisme kerja menghambat DNA-girase pada bakteri yang menginfeksi. Kloramfenikol merupakan antibiotik golongan kloramfenikol bersifat bakteriostatik (menghambat bakteri) dengan mekanisme menghambat sintesis protein pada bakteri, famili enterobactericea masih sensitif dengan antibiotik ini (Brunton LL 2011). Antibiotik lain yang digunakan secara luas untuk infeksi penyakit yang disebabkan oleh famili enterobactericea adalah sefotaksim dan imipenem, sefoktaksim merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga, sedangkan imipenem merupakan antibiotik golongan karbapenem, kedua antibiotik ini bersifat bakterisid, dan bekerja menghambat sintesis dinding sel pada bakteri. Siprofloksasin, kloramfenikol, sefotaksim, dan imipenem merupakan antibiotik berspektrum luas karena dapat membunuh bakteri gram positif dan gram negatif.

    itu saja, terimakasih dian :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw Terima kasih banyak Delsa atas tambahan informasinya, sangat bermanfaat untuk saya, mohon maaf jika artikel ini belum lengkap hehe
      Pada artikel di atas selain P. mirabilis multiresisten terhadap sepuluh jenis antibiotik, yaitu: ampicillin, gentamicin, ceftazidime, cefotaxime, cefuroxime, cefalothin, cefepime, piperacillin, trimethoprim atau sulfamethoxazole dan ciprofloxacin. Ternyata P. mirabilis tidak resisten terhadap Siprofloksasin yaaa.
      Terima kasih :)

      Hapus
  2. Cukup menarik dian artikelnya tentang penyakit diare yang sering dialami oleh manusia ;). Bagus juga dr paparan yg telah dijelaskan bagaimana bakteri tsb dpt merugikan bagi manusia. Saya ingin menambhakan informasi tentang racun yang dihasilkan bakteri tsb yang berdampak pada ginjal. Seperti Hemolisin sebagai faktor virulensi di P. mirabilis karena strain dengan produksi hemolisin tinggi lebih mematikan daripada strain dengan produksi hemolisin rendah, dan sitotoksisitas dari P. mirabilis ke sel epitel ginjal manusia sebagian besar disebabkan hemolisin 89 - 91 . Hemolisin juga diduga memfasilitasi penyebaran bakteri dalam ginjal dan pengembangan pyelo-nefritis. Silahkan dibaca informasi selengkapnya di  http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3621030/ terimakasih ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kak Firdhani atas tambahan informasinya, dari beberapa artikel lain yang saya baca, bakteri ini juga menyebabkan infeksi pada saluran kemih (http://blog.ub.ac.id/wachida/sample-page/proteus-mirabilis-penyebab-infeksi-saluran-kemih-isk-pada-hewan/)
      Oleh sebab itu kita harus menjaga kebersihan dengan baik. Mengurangi keberadaan Proteus mirabilis secara signifikan juga akan mengurangi paparan bakteri tersebut pada manusia. Salah satu pengendalian yang penting adalah menjaga kebersihan.

      Terima kasih kak :)

      Hapus

  3. wahh dari judulnya saa sudah menarik ya dian, bakteri penyebab diare. 
    diare tuh paling gak enak, karna harus bolak-balik ke kamar mandi, apalagi repot kalau anak kecil yang sudah kena diare 
    hanya ingin menambahkan saja ya dian untuk melengkapi artikelnya, bahwa sudahh ada penelitian tentang keberadaan bakteri ini pada daging ayam di kota Makassar. Bakteri ini diisolasi dari daging ayam untuk diuji resistensinya terhadap empat antibiotik, yaitu siprofloksasin, imipenem, klorampenikol, dan sefotaksim. Nah keeempat antibiotic ini direkomendasikan digunakan oleh dokter hewan untuk mengobati infeksi pada ayam yang disebabkan oleh Proteus mirabilis di kota Makassar.
    Bias dilihat selengkapnya di link berikut ya dian 
    http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/12900/IDENTIFIKASI%20Proteus%20mirabilis%20DAN%20RESISTENSINYA%20TERHADAP%20ANTIBIOTIK%20IMIPENEM%20full%20fix_2.pdf?sequence=1

    semoga bermanfaat ya dian :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Euis atas informasi tambahan yang diberikan. Pada artikel yang telah saya paparkan di atas juga dipaparkan bahwa infeksi Proteus mirabilis pada manusia karena mengonsumsi produk asal ternak yang terkontaminasi, misalnya dengan memakan telur atau daging ayam yang terkontaminasi dan tidak dimasak sempurna atau setengah matang, maka akan mengakibatkan gastroenteritis pada manusia.
      Terima kasih Euis semoga bermanfaat yaa :)

      Hapus
  4. Trimakasih dian artikelnya sangat informatif, saya ingin menambahkan sedikit informasi mengenai bentuk koloni Proteus mirabilis dan Salmonella sangat mirip yaitu tidak berwarna/colourless dengan adanya lingkaran hitam ditengah. Hal ini yang menjadi alasan untuk melakukan uji konfirmasi dengan menggunakan uji biokimia. Kemudian data dikultur lebih lanjut pada medium MacConkey Agar (MCA) dan diperoleh pertumbuhan koloni bakteri Proteus mirabilis yang tidak berwarna/colourless karena bakteri tersebut tidak memfermantasi laktosa.
    file:///C:/Users/User/Downloads/Documents/IDENTIFIKASI%20Proteus%20mirabilis%20DAN%20RESISTENSINYA%20TERHADAP%20ANTIBIOTIK%20IMIPENEM%20full%20fix_2.pdf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas informasi tambahannya Sifa, saya sudah membaca dari sumber yang Sifa anjurkan bahwa bentuk koloni Proteus mirabilis dan Salmonella sangat mirip yaitu tidak berwarna/colourless dengan adanya lingkaran hitam ditengah.
      Terima kasih Sifa, semoga bermanfaat yaaa :)

      Hapus
  5. Penjelasan yang bagus dan informaif sekali, terima kasih dian telah menambah wawasan saya mengenai bakteri. Izin menambahkan ya diaan, berdasarkan jurnal yang saya baca, Telah dilakukan penelitian mengenai aktifitas antibakteri ekstrak air biji alpukat (Persea americana Mill) terhadap bakteri Proteus mirabilis dan Aerobacter aerogenes. Biji alpukat diekstraksi menggunakan pelarut aquades. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, 5 perlakuan konsentrasi ekstrak air biji alpukat yang meliputi 0, 30, 50, 70, dan 90 % dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak biji alpukat berpengaruh signifikan (p<0.05) terhadap jumlah bakteri P. mirabilis dan A. Aerogenes. Jumlah bakteri P. mirabilis dan A. Aerogenes terendah diperoleh pada konsentrasi ekstrak biji alpukat 90 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak air biji alpukat dapat menurunkan jumlah bakteri P. mirabilis dan A. aerogenes. Semoga informasi ini dapat melengkapi artikel dian..terima kasih :) ( Sumber : http://digilib.unipasby.ac.id/files/disk1/11/gdlhub--srdewi1dan-536-1-s.r.de-).pdf )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nice Farrisa, informasi yang sangat bermanfaaat untuk saya dan para pembaca lainnya ternyata selain menangani aktivitas bakteri dengan penggunaan fag litik, ternyata terdapat ekstra biji alpukat yang dapat digunakan untuk menurunkan jumlah bakteri Proteus mirabilis.
      Terima kasih Farrisa, sangat bermanfaat :)

      Hapus
  6. oooh jadi ini penyebab diarenya... wkwkwkwk
    saya juga membaca dari sebuah jurnal kalau P. mirabilis ini bisa menyebabkan infeksi pada saluran darah. kondisi ini jarang terjadi sehingga kurang mendapatkan perhatian dari para peneliti... selanjutnya bisa diteruskan pada sumber yang saya cantumkan..
    terimakasih Dian.. :D

    sumber:
    Andrea Endimiani, dkk. Proteus mirabilis Bloodstream Infections: Risk Factors and Treatment Outcome Related to the Expression of Extended-Spectrum β-Lactamases . http://aac.asm.org/content/49/7/2598.full. 2005

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw sangat mengerikan, ternyata selain diare, isk, otitis pada gendang telinga, adapula infeksi pada saluran darah, sangat mengerikan sehingga sistem peredaran darah ini akan terganggu dan pada akhirnya akan terganggu infeksi kekebalan tubuhnya. Terima kasih Firda atas informasi yang diberikannya, sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainya :)

      Hapus
  7. artikel yang sangat menarik Dian, Proteus mirabilis ini memiliki 4 mekanisme untuk menghindari sistem imun tubuh,salah satunya adalah ia memproduksi enzim protease pendegradasi IgA, IgA akan disekresikan oleh sel inang sebagai respon adanya infeksi, tapi dengan enzim tersebut IgA ini dapat didegradasikan (https://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Proteus_mirabilis) terima aksih Dian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yampuun terima kasih banyak Liya atas informasinya ternyata selain proses pelekatan/adhesi pada permukaan sel inang, dan selanjutnya dapat terjadi invasi dan menyebar secara local/sistemik ternyata Proteus mirabilis juga mempunyai 4 mekanisme untuk menghindari sistem imun tubuh,salah satunya adalah ia memproduksi enzim protease pendegradasi IgA, IgA akan disekresikan oleh sel inang sebagai respon adanya infeksi.
      Terima kasih Fithry Auliya :)

      Hapus
  8. Artikel yang sangat bagus Dian dan bersifat informatif sekali :)
    Saya sangat setuju dengan penjelasan Dian terkait bakteri Proteus mirabilis ini, khususnya pada pernyataan Dian mengenai cara penanggulangan apabila tubuh manusia mengalami infeksi oleh bakteri tersebut. Penggunaan antibiotik bukanlah solusi dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri Proteus mirabilis ini karena dapat menimbulkan reistansi. Alasannya berdasarkan sumber yang saya baca adalah :
     Penggunaan yang sering
     Penggunaan yang irasional
     Penggunaan yang baru yang berlebihan
     Penggunaan untuk jangka waktu yang lama
     Penggunaan untuk ternak (residu pada produk hasil ternak)
    Silahkan dibaca selenkapnya pada link dibawah ini
    http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/12900/IDENTIFIKASI%20Proteus%20mirabilis%20DAN%20RESISTENSINYA%20TERHADAP%20ANTIBIOTIK%20IMIPENEM%20full%20fix_2.pdf?sequence=1
    Terimakasih Dian, semoga bermanfaat untuk kita semua :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju juga deh sama informasi yang telah Hani berikan, seperti yang telah kita ketahui bahwa bakteri akan bersifat resisten terhadap antibiotik jika terlalu sering digunakan, dalam waktu yang berkepanjangan dan lainya. Pada artikel di atas juga telah dipaparkan bahwa Proteus mirabilis mempunyai sifat yang P. mirabilis multiresisten terhadap sepuluh jenis antibiotik, yaitu: ampicillin, gentamicin, ceftazidime, cefotaxime, cefuroxime, cefalothin, cefepime, piperacillin, trimethoprim atau sulfamethoxazole dan ciprofloxacin.

      Terima kasih Hani, informasi yang sangat bermnfaat :)

      Hapus
  9. Wah Dian artikelnya bagus :) sependepat dengan Dian, tapi ada sedikit tambahan mengenai penyakit dari bakteri tersebut. Menurut sumber yang saya baca infeksi yang disebabkan oleh P. mirabilis terlihat paling sering pada pasien panti jompo. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh peralatan medis yang terinfeksi termasuk kateter, nebulizers (bertanggung jawab untuk inhalasi), dan sarung tangan pemeriksaan (bertanggung jawab untuk infeksi luka). Panjang katerisasi secara langsung berkaitan dengan kejadian infeksi. Setiap hari dari katerisasi memberikan tingkat infeksi 3-5%.
    Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh P. mirabilis juga terjadi umumnya pada wanita dan pria yang aktif secara seksual, terutama yang terlibat dalam hubungan seks tanpa kondom. Wanita yang lebih muda memiliki risiko lebih besar daripada laki-laki yang lebih muda; Namun, pria yang lebih tua berada pada risiko yang lebih besar daripada wanita yang lebih tua karena terjadinya penyakit prostat.
    sumber: http://web.uconn.edu/mcbstaff/graf/Student presentations/Proteus/Proteus.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Heti, ternyata tidak hanya terdapat pada habitnya saja yaa melainkan juga terdapat pada peralatan medis yang berada di panti Jompo, disanalah diperlukannya menjaga kebersihan pada panti jompo tersebut dan sekitarnya serta mensterilisasi alat medis yang digunakan.
      Adapun penyakit yang disebabkan oleh Proteus mirabilis seperti informasi yang telah disampaikan oleh teman-teman yang lain ternyata tidak hanya menyebabkan diare saja, bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, opunitis gendang telinga, meningkatkan asam lambung dan ternyata juga menyebabkan ISK. Terima kasih Heti, informasi yang sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  10. Terimakasih Dian yang telah memaparkan dengan baik, ternyata bakteri ini bukan saja terjadi karena penyebab diare tapi Proteus mirabilis Penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Hewan juga . Dan Proteus mirabilis mempunyai beberapa faktor virulensi seperti yang saya kutip dari referensi http://blog.ub.ac.id/wachida/sample-page/proteus-mirabilis-penyebab-infeksi-saluran-kemih-isk-pada-hewan/ , yaitu fimbria atau pili, hemolisin, flagella, immunoglobulin A protease, deaminase serta urease. Adapun lima fimbria pada Proteus mirabilis antara lain mannose resistant Proteus (MRP), uroepithelial cell adhesin (UCA), P.mirabilis fimbriae (PMF), ambient temperature fimbriae (ATF) dan P.mirabilis P-like pili (PMP). Secara klinis, P. mirabilis paling dikenal karena kemampuannya untuk membentuk batu dalam kandung kemih dan ginjal serta kemampuannya untuk membentuk biofilm kristal pada permukaan luar dan dalam lumen berdiamnya kateter kemih. Bakteri ini dapat menimbulkan komplikasi antara lain pyelonephritis akut dan kronik, cystitis, pembentukan batu di ginjal dan vesika urinaria. Ketika ditumbuhkan pada media agar keras, Proteus membentuk pola spektakuler cincin konsentris atau spiral, berdiferensiasi menjadi sangat motil, hyperflagella, multinukleus.
    Semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih banyak Khairotun atas informasi tambahannya, seperti informasi yang telah disampaikan oleh teman-teman yang lain ternyata tidak hanya menyebabkan diare saja, bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, opunitis gendang telinga, meningkatkan asam lambung dan ternyata juga menyebabkan ISK, bakteri ini dapat menimbulkan komplikasi antara lain pyelonephritis akut dan kronik, cystitis, pembentukan batu di ginjal dan vesika urinaria. Terima kasih Khairotun, informasi yang sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  11. Ternyata banyak sekali bakteri yang menghuni usus kita yaa, dan tidak semua bakteri memiliki peranan yang baik. Namun saya menemukan hal menarik tentang bakteri P. mirabilis ini. Izin menambahkan dari sumber yang saya baca, ternyata bakteri ini juga bisa menyebabkan infeksi pada luka operasi postoperatif, sumber : http://www.kalbemed.com/Portals/6/18_185Antibiotikprofilaksis.pdf
    Luka memang salah satu yang bisa dijadikan sebagai ajang penginfeksian bakteri maupun virus, maka dari itu bagi kita yang memiliki luka harus berhati-hati dan selalu jaga kebersihan. Penjelasan yang menarik, terima kasih dian :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaa memanga sangat dibutuhkan menjaga kebersian, pada sakit maag yang disebabkan oleh bakteri Proteus mirabilis menyebabkan luka pada lambung yang mengakibatkan asam lambung meningkat (maag). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada sumber berikut: http://www.passablynews.com/236/bahaya-dan-penyebab-asam-lambung-tinggi.html
      terima kasih Anna, informasi yang sangat bermanfaat :)

      Hapus
  12. hai dian, pemaparan yang dian sajikan sudah cukup menarik dan informatif sekali khususnya pada penyakit diare. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Pada tahun 2003, diare akibat kontaminasi bakteri merenggut sekitar 100.000 nyawa dan menjadi salah satu alasan utama perawatan inap di rumah sakit Indonesia.
    Proporsi kematian akibat diare di Indonesia adalah sekitar 3,5%. Ini membuat diare menduduki peringkat ke 13 dalam penyebab kematian semua umur. Tetapi untuk bayi berumur antara 29 hari hingga 11 bulan, diare merupakan penyebab kematian pertama dengan persentase sebesar 31,4%. Sedangkan untuk balita berumur 1-4 tahun, 25% meninggal akibat diare yang berujung kepada dehidrasi.
    Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh. Maka dari itu, walaupun umum, diare tidak seharusnya dianggap enteng.
    lebih lengkap lagi ada di www.alodokter.com/diare

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah terima kasih informasi tambhan dari penyakit diarenya Selly, diare merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di dalam masyarakat Indonesia. Proporsi kematian akibat diare di Indonesia adalah sekitar 3,5%. Ini membuat diare menduduki peringkat ke 13 dalam penyebab kematian semua umur. Tetapi untuk bayi berumur antara 29 hari hingga 11 bulan, diare merupakan penyebab kematian pertama dengan persentase sebesar 31,4%. Sedangkan untuk balita berumur 1-4 tahun, 25% meninggal akibat diare yang berujung kepada dehidrasi.
      Diare bisa berdampak fatal apabila penderita mengalami dehidrasi akibat kehilangan banyak cairan dari tubuh.

      Terima kasih Selly, sangat bermanfaat :)

      Hapus
  13. Artikel yang dibuat Dian sangat menarik dan bagus. Sedikit menambahkan bahwa sebenarnya Proteus mirabilis merupakan flora normal dari saluran cerna manusia. Bakteri ini dapat juga ditemukan bebas di air atau tanah. Jika bakteri ini memasuki saluran kencing, luka terbuka, atau paru-paru akan menjadi bersifat patogen. Bakteri ini juga mampu memproduksi enzim urease dalam jumlah besar. Enzim urease yang menghidrolisis urea menjadi ammonia (NH3) menyebabkan urin bertambah basa. Jika tidak ditanggulangi, pertambahan kebasaan dapat memicu pembentukan kristal sitruvit (magnesium amonium fosfat), kalsium karbonat, dan atau apatit. Jika semakin banyak kristal yang terbentuk, maka akan menyebabkan gagal ginjal. Selanjutnya dapat dibaca lebih lanjut pada http://eprints.ums.ac.id/20703/13/PUBLIKASI_NASKAH.pdf. Semoga dapat tambahan ini dapat menjadi informasi dan pengetahuan bagi kita.
    Terima kasih^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inilah yang dinamakan infeksi saluran kemih, seperti informasi yang telah disampaikan oleh teman-teman yang lain ternyata tidak hanya menyebabkan diare saja, bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, opunitis gendang telinga, meningkatkan asam lambung dan ternyata juga menyebabkan ISK. Terima kasih Evin, informasi yang sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  14. nice :) dengana penjelasan dian di atas menyatakan bahwa "penggunaan antibiotik untuk mengendalikan bakteri patogen ini menjadi tidak efektif digunakan karena timbulnya resistensi P. mirabilis terhadap antibiotik. " sangat betul sekali dan saya setuju, karena dengan menggunakan antibiotik yang kata nya dapat menghambat pertumbuhan bakteri oh ternyata buktinya no! malahan timbul resistensi bakteri terhadap antibiotik, karena walaupun bakteri yang terhambat pertumbuhannya tidak dapat keluar dalam tubuh nah itu yang menyebabkan bila ada bakteri baru yang masuk maka akan tumbuh kembali secara cepat..
    izin menambahkan ya dian :) saya dapat informasi untuk prosentase penyakit yang disebabkan oleh bakteri P. mirabilis pada anak-anak, dapat dilihat dari usia dan jenis kelaminnya. sumber nya pada web : http://europepmc.org/backend/ptpmcrender.fcgi?accid=PMC1778943&blobtype=pdf
    teşekkür ederim dian ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah bakteri seperti yang telah kita ketahui bahwa bakteri akan bersifat resisten terhadap antibiotik jika terlalu sering digunakan, dalam waktu yang berkepanjangan dan lainya. Pada artikel di atas juga telah dipaparkan bahwa Proteus mirabilis mempunyai sifat yang P. mirabilis multiresisten terhadap sepuluh jenis antibiotik, yaitu: ampicillin, gentamicin, ceftazidime, cefotaxime, cefuroxime, cefalothin, cefepime, piperacillin, trimethoprim atau sulfamethoxazole dan ciprofloxacin.

      Wah terima kasih banyak Indah atas informasi tambahannya, seperti informasi yang telah disampaikan oleh teman-teman yang lain ternyata tidak hanya menyebabkan diare saja, bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, opunitis gendang telinga, meningkatkan asam lambung, ternyata juga menyebabkan ISK, Pneumonia dan lainnya yang belum kita ketahui karena pengetahuan saya yang minim. Terima kasih Indah, informasi yang sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  15. Artikel yang sudah di bahas oleh dian sangat menarik sekali dengan bakteri jadi kita tau apa yang menyebabkan kita diare ternyata adanya bakteri Proteus mirabilis ini. Hanya ingin menambahkan . Sebenarnya Proteus mirabilis merupakan flora normal dari saluran cerna manusia. Bakteri ini dapat juga ditemukan bebas di air atau tanah yang sudah di jelaskan oleh dian Jika bakteri ini memasuki saluran kencing, luka terbuka, atau paru-paru akan menjadi bersifat patogen. Pada Perempuan muda lebih beresiko terkena daripada laki-laki muda, akan tetapi pria dewasa lebih beresiko terkena daripada wanita dewasa karena berhubungan pula dengan penyakit prostat. Proteus sering juga terdapat dalam daging busuk dan sampah serta feses manusia dan hewan. Juga bisa ditemukan di tanah kebun atau pada tanaman. Adapun penyakit yang di timbulkan
    Bakteri ini mampu memproduksi enzim urease dalam jumlah besar. Enzim urease yang menghidrolisis urea menjadi ammonia (NH3) menyebabkan urin bertambah basa. Jika tidak ditanggulangi, pertambahan kebasaan dapat memicu pembentukan kristal sitruvit (magnesium amonium fosfat), kalsium karbonat, dan atau apatit. Bakteri ini dapat ditemukan pada batu/kristal tersebut, bersembunyi dalam kristal dan dapat kembali menginfeksi setelah pengobatan dengan antibiotik. Semakin banyak batu/kristal terbentuk, pertumbuhan makin cepat dan dapat menyebabkan gagal ginjal. Proteus mirabilis memproduksi endotoksin yang memudahkan induksi ke sistem respon inflamasi dan membentuk hemolisin. Bakteri ini dapat pula menyebabkan pneumonia dan juga prostatitis pada pria. P. mirabilis menyebabkan 90% dari 'semua' Proteus infeksi pada manusia. Dan gejalanya uretritis tidak terlalu nampak, termasuk frekuensi kencing dan adanya sel darah putih pada urin. Sistitis (infeksi berat) dapat dengan mudah diketahui dan termasuk sakit punggung, nampak terkonsentrasi, urgensi, hematuria (adanya darah merah pada urin), sakit akibat pembengkakan bagian paha atas. Pneumonia akibat infeksi bakteri ini memiliki gejala demam, sakit pada dada, flu, sesak napas. Prostatitis dapat diakibatkan oleh infeksi bakteri ini, gejalanya demam, pembengkakan prostat.
    Sumber : https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CBwQFjAA&url=https%3A%2F%2Fmikrobia.files.wordpress.com%2F2008%2F05%2Fproteus-mirabilis.doc&ei=zb51VYCdIcPi8AX-4oLICw&usg=AFQjCNF15fZMGuot4QygARBbJGz4WkFEbw&sig2=cs7NZsIlOOaNdS0JN_4wtA&bvm=bv.95039771,d.dGc

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih banyak Festi atas informasi tambahannya, seperti informasi yang telah disampaikan oleh teman-teman yang lain ternyata tidak hanya menyebabkan diare saja, bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, opunitis gendang telinga, meningkatkan asam lambung dan ternyata juga menyebabkan ISK serta Pneumonia seperti yang telah Festi paparkan. Terima kasih Festi, informasi yang sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  16. terimakasih dian sudah memaparkan hal yang sering kita dengar atau alami yaitu penyakit diare. memang bakteri P. mirabilis sudah resisten terhadap antibiotik, menurut referensi yang saya baca bahwa P. mirabilis termasuk bakteri yang telah resisten terhadap antibiotik ampicillin, amoxicillin dan trimethoprim-sulfomethoxazole. jadi mungkin kalo ada yang terserang penyakit diare dan diberikan antibiotik tersebut kemungkinan penyakit diare belum juga sembuh. dian bisa baca selengkapnya di referensi ini terimakasih^^
    http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71383

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa begitulah diare, nampak sederhana namun berdampak fatal, berdasarkan artikel yang saya baca pula bahwa Proteus mirabilis memiliki sifat P. mirabilis multiresisten terhadap sepuluh jenis antibiotik, yaitu: ampicillin, gentamicin, ceftazidime, cefotaxime, cefuroxime, cefalothin, cefepime, piperacillin, trimethoprim atau sulfamethoxazole dan ciprofloxacin (http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/71383)
      Terima kasih Ayu, informasi yang bermanfaat utuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  17. artikelnya sangat menarik:) Ingin sedikit menambahkan Proteus mirabilis juga dapat. mengkontaminasi ayam. Kontaminasi dapat terjadi pada waktu ayam masih hidup di suatu peternakan, selama proses transportasi, di Rumah Potong Unggas (RPU), dan di tempat penjualan daging ayam di pasar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hasan et al.(2012) mengisolasi 2 sampel positif Proteus mirabilis dari 28 sampel. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa Proteus mirabilis sebagai salah satu penyebab penyakit bumblefoot pada ayam broiler.
    Selengkapnya > > repository.unhas.ac.id/.../IDENTIFIKASI%20Proteus.html

    Terimakasih 
    Dela Rahma S

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya saya setuju dengan masukan yang diberikan oleh Kak Dela, oleh sebab itu kita perlu mengurangi atau menghilangkan keberadaan Proteus mirabilis yang telah mengkontaminasi ayam, selin menyebabkan kerugian pada kita juga menyebabkan penyakit bumblefoot pada ayam seperti yang telah disampaikan oleh Kak Dela, adapun cara mengurangi keberadaan Proteus mirabilis pada produk asal ternak secara signifikan juga akan mengurangi paparan bakteri tersebut pada manusia. Salah satu pengendalian yang penting adalah menjaga kebersihan peternakan.

      Terima kasih Kak Dela, sangat bermanfaat informasinya untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  18. hai dian, artikel tentang Proteus mirabilis sudah dian ulas dengan sangat jelas dan baik.. namun saya hanya akan menmabahkan sedikit dari literatur yang saya baca, saya menyimpulkan, bgaimana bakteri Proteus mirabilis dapat masuk ke dalam usus, karena habitat nya adalah pada air dan tanah, dan pastinya bisa masuk ke dalam tubuh manusia karena berasal dari sumber pangan manusia yang tdiak dapt terhindarkan lagi dengan kontak tanah dan air, sehingga bakteri tersebut bisa masuk kedalam usus manusia, di usus manusia bakteri tsb dapat hidup karena bakteri tsb masuk ke dalam jenis proteobacteria, dan seperti bakteri-bakteri flora normal lain, bakteri ini dibedakan dengan kemampuannya untuk memfermentasikan maltosa dan ketidak mampuannya dalam memfermentasikan laktosa P. mirabilis memiliki kemampuan untuk memanjang sendiri dan mengeluarkan polisakarida ketika kontak dengan permukaan padat, sehingga sangat motil pada barang-barang seperti peralatan medis. dan ternyata Infeksi yang paling umum melibatkan Proteus mirabilis terjadi ketika bakteri bergerak ke uretra dan kandung kemih. Meskipun Proteus mirabilis sebagian besar diketahui menyebabkan infeksi saluran kemih, sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh E. coli. Satu-ratus ribu CFUs per mililiter dalam urin biasanya menunjukkan infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh P. mirabilis terjadi biasanya pada pasien di bawah katerisasi jangka panjang. Bakteri telah ditemukan untuk bergerak dan membuat encrustations pada kateter kemih. ( sumber : http://web.uconn.edu/mcbstaff/graf/Student presentations/Proteus/Proteus.html )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teri kasih banyak atas tambahan informasinya Mazidah yaa memang bakteri ini sering ditemukan di tanah dan air. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kita tak bisa pungkiri untuk menghindari tanah dan air, karena kedua flora ini menjadi kebutuhan kita sehari-hari khusunya air.
      Terima kasi Mazidah :)

      Hapus
  19. Proteus mirabilis. Selain menyebabkan infeksi, bakteri ini mengeluarkan zat yang dapat memfasilitasi pembentukan batu di saluran kemih.
    akibat infeksi bakteri ini juga bisa menimbulkan otitis pada gendang telinga lho . read more http://nuzulul-fkp09.web.unair.ac.id/artikel_detail-35547-Kep%20Sensori%20dan%20Persepsi-Askep%20OMA%20dan%20OMK.html#popup
    thank diaan artikelnya,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Suadah atas tambahan informasinya, dari beberapa artikel lain yang saya baca, bakteri ini juga menyebabkan infeksi pada saluran kemih (http://blog.ub.ac.id/wachida/sample-page/proteus-mirabilis-penyebab-infeksi-saluran-kemih-isk-pada-hewan/)
      dan beberapa penyakit lain seperti yang Suadah katakan yaitu menimbulkan otitis pada gendang telinga.
      Terima kasih Suadah :)

      Hapus
  20. pemaparan dian mengenai bakteri Proteus mirabilis ini cukup baik dan menambah wawasan bagi saya sehingga tahu ternyata bakteri ini penyebab sakit diare yang sangat membuat efek yang dapat melemaskan tubuh. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa bakteri P.mirabilis ini menyerang saluran kemih, namun ternyata tidak hanya bakteri ini saja yang menyerang saluran kemih kita, ada bakteri lain yang juga bisa menyerang yakni Eschericia coli, penyebab paling umum pada anak-anak hingga 80% dan juga Staphylococcus saprophyticus
    sumber http://milissehat.web.id/?p=30
    terimakasih dian :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih banyak Amle atas informasi tambahannya, seperti informasi yang telah disampaikan oleh teman-teman yang lain ternyata tidak hanya menyebabkan diare saja, bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, opunitis gendang telinga, meningkatkan asam lambung dan ternyata juga menyebabkan ISK. Terima kasih Amel, informasi yang sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  21. artikel yang menarik dan informatif sekali di. dengan artikel dian linda jadi lebih tau banyak lagi akan bakteri yang menyebabkan diare sehingga dapat berhati-hati lagi. artikelnya sudah cukup jelas dan dengan tambahan dari teman teman menambah sempurna artikel dian. ijin menambahkan ya di linda baca dari penambahan teman-teman bhwa bakteri Proteus mirabilis juga menyerang saluran kemih, nah linda baca ada beberepa antibiotik yang dapat mengobati penyakit ini diantaranya Cefixime yang dapat meneyrang bakteri gram positif dan negatif , untuk lebih jelasnya bisa dibaca di http://www.dechacare.com/Cefixime-Kapsul-P755-1.html. semoga bermanfaat ya dii.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw informasi tambahan yang bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya LInda, ternyata sifat P. mirabilis yang mempunyai sifat multiresisten terhadap sepuluh jenis antibiotik, yaitu: ampicillin, gentamicin, ceftazidime, cefotaxime, cefuroxime, cefalothin, cefepime, piperacillin, trimethoprim atau sulfamethoxazole dan ciprofloxacin, terdapat pula rasa sensitif terhadap antibiotik seperti yang diutarakan oleh Audina pada informasi tambahannya yaitu antibiotik kloramfenikol untuk penghambatan sintesis protein bakteri dengan cara mengikat dan mengganggu ribosom, dan sefotaksim, imipenem,siprofloksasin yang berfungsi untuk menghambat mekanisme sintesis DNA bakteri pada topoisomerase II (DNA girase) dan topoisomerase IV.) dan pada ektra biji alpukat yang telah disampaikan oleh Farrisa, ternyata terdapat pula Cefixime. Terima kasih banyak informasi tambhannya Linda, sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  22. menarik dan informatif sekali, ternyata diare juga bisa disebabkan oleh bakteri Proteus mirabilis. wah... seram sekali yah, ternyata banyak sekali bakteri yang dapat menyebabkan diare. menurut sumber yang saya baca, ternyata bakteri Proteus mirabilis bukan saja hanya menyebabkan diare loh.. tetapi juga dapat menyebabkan penyakit asam lambung, bakteri Proteus mirabilis menyebabkan luka pada lambung yang mengakibatkan asam lambung meningkat (maag). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada sumber berikut: http://www.passablynews.com/236/bahaya-dan-penyebab-asam-lambung-tinggi.html

    Terima kasih :) Semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, penyakit ini yang sering dialami oleh banyak orang, bakteri ini cukup banyak merugikan bagi kita yaa selain menyebabkan diare, opunitis gendang telinga, ISK, infeksi pada saluran darah, ternyata dapat juga menyebabkan luka pada lambung sehingga mengakibatkan asam lambung meningkat.
      Terima kasih banyak Windy atas infor masinya, sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  23. Melalui pernyataan di artikel Dian tentang " Proteus mirabilis pada manusia karena mengonsumsi produk asal ternak yang terkontaminasi "

    Saya setuju bahwa hewan ternak dapat terkontaminasi bakteri ini, dan bakteri Proteus mirabilis pun resisten terhadap antibiotik. Tetapi berdasarkan sumber http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/12900/IDENTIFIKASI%20Proteus%20mirabilis%20DAN%20RESISTENSINYA%20TERHADAP%20ANTIBIOTIK%20IMIPENEM%20full%20fix_2.pdf?sequence=1

    menyatakan bahwa Proteus mirabilis tersebut masih sensitif terhadap antibiotik kloramfenikol untuk penghambatan sintesis protein bakteri dengan cara mengikat dan mengganggu ribosom, dan sefotaksim, imipenem,siprofloksasin yang berfungsi utk menghambat mekanisme sintesis DNA bakteri pada topoisomerase II (DNA girase) dan topoisomerase IV.)

    Terima kasih Dian :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw informasi tambahan yang bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya Audina, ternyata sifat P. mirabilis yang multiresisten terhadap sepuluh jenis antibiotik, yaitu: ampicillin, gentamicin, ceftazidime, cefotaxime, cefuroxime, cefalothin, cefepime, piperacillin, trimethoprim atau sulfamethoxazole dan ciprofloxacin, terdapat pula rasa sensitif terhadap antibiotik kloramfenikol untuk penghambatan sintesis protein bakteri dengan cara mengikat dan mengganggu ribosom, dan sefotaksim, imipenem,siprofloksasin yang berfungsi untuk menghambat mekanisme sintesis DNA bakteri pada topoisomerase II (DNA girase) dan topoisomerase IV.)

      Terima kasih Audina :)

      Hapus
  24. artikel yang sangat bagus dan bermanfaat, artikel ini sangat menambah pengetahuan kita mengenai peranan bakteri tersebut. saya hanya ingin menambahkan sedikit, selain diare, Bakteri ini juga dapat menimbulkan komplikasi antara lain pyelonephritis akut dan kronik, cystitis, pembentukan batu di ginjal dan vesika urinaria, selengkapnya bisa dian baca di file:///C:/Users/sky/AppData/Local/Temp/96-111-1-PB.pdf . semoga bermanfaat, terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih banyak Fitri atas informasi tambahannya, seperti informasi yang telah disampaikan oleh Raihan nyata tidak hanya menyebabkan diare saja, pada informasi yang disampaikan oleh Firda juga dikatakan bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, dan ternyata juga menyebabkan pyelonephritis akut dan kronik, cystitis, pembentukan batu di ginjal dan vesika urinaria. Terima kasih Fitri :)

      Hapus
  25. artikelnya sangat informatif, saya menambahkan sedikit informasi tambahan untuk penulis khususnya dan pembaca umumnya bahwa bakteri ini juga menginfeksi aliran darah meskipun jarang atau sedikit yang terjadi. Dan P. mirabilis juga memproduksi Extended-Spectrum β-Lactamases (ESBLs) yang membuat resisten terhadap antibiotik karena tergolong dari enterobacteri sehingga butuh treatment khusus untuk menghadapi bakteri jenis ini. lebih lengkap klik http://aac.asm.org/content/49/7/2598.full untuk mengunduh article nya terima kasih :D

    dan untuk pengetahuan tentang apa itu β-Lactamases (ESBLs) silahkan klik http://en.wikipedia.org/wiki/Beta-lactamase

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw tambahan informasi yang bermanfaat, terima kasih atas informasi tambahannya Raihan, nyata tidak hanya menyebabkan diare saja yaa, pada informasi tambahan oleh Firda juga dikatakan bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, dan ternyata juga menyebabkan infeksi pada saluran kemih (ISK)
      Info lebih lengkap: http://blog.ub.ac.id/wachida/sample-page/proteus-mirabilis-penyebab-infeksi-saluran-kemih-isk-pada-hewan/

      Hapus
  26. artikelnya sangat bagusdian.. dan menambah wawasan tentang diare bagi para pembaca yang lainnya ... diare meang penyakit yang dekat manusia dalam arti sering menyerang manusia.. ternyata bakteri ini punya 2 kepribadian yaa.. dia bisa bermanfaat , dan bisa juga dia berbhaya dan menyebabkan penyakit seperti diare.. sesuai dengan dian jelaskan P. mirabilis memiliki peranan untuk mencegah kolonisasi bakteri lain melalui kompetisi bakteri dan mencegah melekatnya mikroorganisme patogen pada mukosa usus (Collins dan Gibson, 1999 dalam Afriani, 2014) Selain itu Proteus mirabilis merupakan salah satu bakteri enteropatogen kelompok Gram negatif dari famili Enterobacteriacea yang dapat menyebabkan diare.
    trimakasih dian atas informasinya.. sangat bermanfaat sekali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Ghina atas informasi tambahannya, semua makhluk ciptaan Allah selalu mempunyai peran, ada yang menguntungkan adapula yang merugikan contohnya pada bakteri Proteus mirabilis dari sisi yang menguntungkan bakteri ini mempunyai peran mencegah melekatnya mikrooganisme yang bersifat pantogen pada mukosa usus, sedangkan peran merugikan dari bakteri ini adalah dapat menyebabkan diare, ISK, dan infeksi pada saluran darah.
      Teima kasih Ghina, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  27. subhanallah artikel yang bagus dan sangat bermanfaat . terima kasih dian :)
    saya juga setuju dengan komentar suadah, selain sebagai penyebab diare yang menginfeksi saluran pencernaan, bakteri P. mirabilis ini juga dapat menginfeksi saluran kemih dan membentuk batu di saluran kemih, zakiyah baca di http://www.umich.edu/~hltmlab/research/mirabillis/infection.htm thank :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Zakiyah atas tambahan informasinya, dari beberapa artikel lain yang saya baca, bakteri ini juga menyebabkan infeksi pada saluran kemih (http://blog.ub.ac.id/wachida/sample-page/proteus-mirabilis-penyebab-infeksi-saluran-kemih-isk-pada-hewan/)
      dan beberapa penyakit lain seperti menimbulkan otitis pada gendang telinga, infeksi saluran darah, menyebabkan luka pada lambung dan penyakita lainya yang belum saya baca hehe
      Terima kasih Zakiyah atas informasinya :)

      Hapus
  28. assalamualaikum dian. izin mampir ke blog mu ini dan ternyata izinya subhanallah ya menarik dan sangat bersifat informatif. izi mau menambahkan bukan hanya si bakteri P. mirabilis yang menyebabkan diare, ada juga virus virus, dan parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan. Virus yang di ketahui dapat menyebabkan infeksi saluran pencernaan seperti rotavirus, norovirus, astrovirus. Sedangkan bakteri lainnya yaitu Campylobacter jejuni dan Escherichia coli, Salmonellam, Shigella juga bisa menjadi penyebab utama infeksi saluran pencernaan ini. Bila makanan yang telah terkontaminasi dengan bakteri dan berada pada suhu ruangan selama beberapa jam, bakteri dapat berkembang biak dan meningkatkan risiko infeksi pada orang-orang yang mengkonsumsi makanan tersebut. Bakteri ini juga dapat muncul pada daging mentah atau daging kurang matang, ayam, makanan laut, telur, kecambah mentah, dll. Infeksi ini biasanya ditularkan melalui air atau makanan yang telah terkontaminasi untuk lebih jelasnya bisa dilihat di http://obatinfeksilambung.com/obat-infeksi-saluran-pencernaan/ terimakasih dian selamat sore :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam, waaah terima kasih banyak Mauliza atas informasi tambahanya, dan ternyata diare itu tidak hanya disebutkan oleh bakteri saja yaa, melainkan juga terdapat virus-virus yang menginfeksi seperti yang telah Mauliza katakan yaitu rotavirus, norovirus, astrovirus.
      Terima kasih Mauliza atas kunjungannya ke blog Dian :)
      Informasi yang sangat bermanfaat :)

      Hapus
  29. artikelnya bagus dan paparannya cukup jelas, bakteri ini menyerang hewan peternakan kemudian menyerang manusia :(,, sangat menyedihkan padahal saya sangat suka dengan telur yang dimasak setengah mateng :(
    secara tradisionalnya pengobatan diare dapat mengkonsumsi daun pucuk jambu biji :D, saya selalu melakukan hal demikian ketika saya terkena diare :D daripada saya harus mengkonsumsi obat-obatan dari warung :D karena saya tidak menyukai obat :D (ooppss sory sedikit curhat) :D.. hal ini juga didukung oleh adanya obat diapet yang mengandung ekstrak daun jambu biji :D.
    sebagai tambahan aja ya ternyata bakteri ini juga bisa menyebabkan gagal ginjal
    Bakteri ini mampu memproduksi enzim urease dalam jumlah besar. Enzim urease yang menghidrolisis urea menjadi ammonia (NH3) menyebabkan urin bertambah basa. Jika tidak ditanggulangi, pertambahan kebasaan dapat memicu pembentukan kristal sitruvit (magnesium amonium fosfat), kalsium karbonat, dan atau apatit. Bakteri ini dapat ditemukan pada batu/kristal tersebut, bersembunyi dalam kristal dan dapat kembali menginfeksi setelah pengobatan dengan antibiotik. Semakin banyak batu/kristal terbentuk, pertumbuhan makin cepat dan dapat menyebabkan gagal ginjal.
    https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&uact=8&ved=0CEMQFjAEahUKEwjB66zijoXGAhWEMLwKHVQFAB4&url=https%3A%2F%2Fmikrobia.files.wordpress.com%2F2008%2F05%2Fproteus-mirabilis.doc&ei=7St4VYHBKITh8AXUioDwAQ&usg=AFQjCNF15fZMGuot4QygARBbJGz4WkFEbw&sig2=3rkak9GySue4qPHVB5XogA&bvm=bv.95039771,d.dGc

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah ternyata bukan hanya saya saja yang sering mengkonsumsi daun pucuk jambu biji, waah terima kasih kak Anggit ata informasi tembahannya berupa menyebabkan gagal ginjal, seperti informasi yang telah disampaikan oleh teman-teman yang lain ternyata tidak hanya menyebabkan diare saja, bakteri ini menyebabkan infeksi pada saluran darah, opunitis gendang telinga, meningkatkan asam lambung dan ternyata juga menyebabkan ISK..
      Terima kasih Kak Anggit, Informasi yang sangat bermanfaat untuk saya dan pembaca lainnya :)

      Hapus
  30. Ada Obat Herbal Alami yang aman & efektif. Untuk Panggilan Cure Total +2349010754824, atau email dia drrealakhigbe@gmail.com Untuk Janji dengan (Dr.) AKHIGBE hubungi dia. Pengobatan dengan Obat Herbal Alami. Untuk: Demam Berdarah, Malaria. Menstruasi yang Nyeri atau Tidak Teratur. HIV / Aids. Penderita diabetes. Infeksi vagina. Keputihan Vagina. Gatal Dari Bagian Pribadi. Infeksi payudara. Debit dari Payudara. Nyeri & Gatal pada Payudara. Nyeri perut bagian bawah. Tidak Ada Periode atau Periode Tiba-tiba Berhenti. Masalah Seksual Wanita. Penyakit Kronis Tekanan Darah Tinggi. Rasa sakit saat berhubungan seks di dalam Pelvis. Nyeri saat buang air kecil. Penyakit Radang Panggul, (PID). Menetes Sperma dari Vagina Serta Untuk jumlah sperma rendah. Penyakit Parkinson. Lupus. Kanker. TBC Jumlah sperma nol. Bakteri Diare.Herpatitis A&B, Rabies. Asma. Ejakulasi cepat. Batu empedu, Ejakulasi Dini. Herpes. Nyeri sendi. Pukulan. Ereksi yang lemah. Erysipelas, Tiroid, Debit dari Penis. HPV. Hepatitis A dan B. STD. Staphylococcus + Gonorrhea + Sifilis. Penyakit jantung. Pile-Hemorrhoid. Rematik, tiroid, Autisme, pembesaran Penis, Pinggang & Nyeri Punggung. Infertilitas Pria dan Infertilitas Wanita. Dll. Ambil Tindakan Sekarang. hubungi dia & Pesan untuk Pengobatan Herbal Alami Anda: +2349010754824 dan kirimkan email ke drrealakhigbe@gmail.com Catatan Untuk Pengangkatan dengan (Dr.) AKHIGBE. Saya menderita kanker selama setahun dan tiga bulan meninggal karena sakit dan penuh patah hati. Suatu hari saya mencari melalui internet dan saya menemukan kesaksian penyembuhan herpes oleh dokter Akhigbe. Jadi saya menghubungi dia untuk mencoba keberuntungan saya, kami berbicara dan dia mengirimi saya obat melalui jasa kurir dan dengan instruksi tentang cara meminumnya. . Saya tidak benar-benar tahu bagaimana itu terjadi tetapi ada kekuatan dalam pengobatan herbal Dr Akhigbe. Dia adalah dokter jamu yang baik.

    BalasHapus