Kamis, 23 April 2015

Bakteri pada Es Balok


Es, memang sudah tak asing lagi dalam kehidupan manusia. Tidak hanya manusia yang berada di kutub saja yang dapat merasakan dinginnya es, manusia yang hidup di daerah tropis bahkan di daerah gurun masih dapat merasakan dinginnya es, hal ini karena sudah adanya kemajuan teknologi mesin pembuat es seperti kulkas, freezer, dan pendingin lainnya. Ketika cuaca panas melanda, terik matahari yang begitu panas membuat setiap orang akan merasakan haus, dan yang terbayang untuk mengatasi rasa haus adalah minuman yang dapat menghilangkan rasa haus seketika. Es biasanya menjadi solusi yang dipilih.
Es balok yang kerap kali dijadikan pedingin minuman berkaleng, minuman botol, dan minuman kemasan lainnya kini sebagai campuran minuman umum digunakan di berbagai warung makan. Padahal es balok yang sering digunakan nampak tidak higienis. Sering kali dipagi hari ditemukan pedagang es balok dengan membawa becak yang berisikan es balok untuk dikirim ke para pelanggannya, es balok tersebut tidak dalam bentuk kemasan melainkan hanya tertutupi oleh terpal, karung atau kain lainnya, padahal bakteri atau virus penyebab penyakit selalu mengancam di tempat yang tidak terlindungi. Secara mata telanjang terlihat kemasan yang tidak higienis, lalu bagai mana dengan kandugan di dalam es balok? Mungkin itu yang menjadi pertanyaan banyak orang. Belakangan ini beberapa stasiun televisi dan media lainnya memuat berita tentang terkuaknya pabrik es balok berbahaya.
Kebanyakan es balok dibuat menggunakan air mentah. Tak jarang airnya berasal dari sungai yang disuling dan ditambahkan bahan kimia sebagai penjernih. Kemudian dimasukan ke dalam pendingin dan jadilah es balok. Kondisi sungai yang digunakan airnya sebagai bahan pembuatan es balok tidak dihiraukan. Padahal kondisi sungai yang ada di Indonesia kemungkinan besar tercemar oleh sampah domestik, pertanian, dan industri. Hal ini menyebabkan harga es balok yang ekonomis dengan harga setiap baloknya Rp. 6.000 – Rp. 7.000.
Menurut catatan Badan Kesehatan dunia (WHO), air limbah domestik yang belum diolah memiliki kandungan virus sebesar 100.000 partikel virus infektif setiap liternya, lebih dari 120 jenis virus patogen yang terkandung dalam air seni dan tinja.  Sebagian besar virus patogen ini tidak memberikan gejala yang jelas sehingga sulit dilacak penyebabnya. Bakteri penghuni usus manusia dan hewan berdarah panas ini telah mengkontaminasi hampir keseluruhan air baku air minum, sungai, sumur. Setelah tinja memasuki badan air, Escherichia coli akan mengkontaminasi perairan, bahkan pada kondis tertentu Escherichia coli dapat mengalahkan mekanisme pertahanan tubuh dan dapat tinggal di dalam pelvix ginjal dan hati. Sesuai Permenkes Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 Tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, dipersyaratkan bahwa angka Escherichia coli dalam air minum adalah Nol per 100 ml air harus dipenuhi.
Air yang dimanfaatkan dalam kehidupan harus memenuhi persyaratan, baik kuantitas dan kualitas yang erat hubungannya dengan kesehatan. Air yang memenuhi persyaratan kuantitas apabila air tersebut mempunyai jumlah yang cukup untuk dipergunakan sebagai air minum dan keperluan rumah tangga lainnya. Menurut Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010, secara garis besar persyaratan kualitas air minum dapat digolongkan dengan empat syarat, yaitu :
1.      Syarat Fisika
Air minum yang dikonsumsi sebaiknya tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna (maksimal 15 TCU), tidak keruh (maksimal 5 NTU), suhu udara maksimal ± 3 ºC dari suhu udara sekitar dan jumlah zat padat terlarut maksimal 500 mg/l.
2.      Syarat Kimia
Air minum yang dikonsumsi tidak mengandung zat-zat kimia organik dan anorganik melebihi standar yang ditetapkan, pH pada batas minimum dan maksimum (6,5-8,5) dan tidak mengandung zat kimia beracun sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
3.      Syarat Mikrobiologi
Air minum yang aman harus terhindar dari kemungkinan kontaminasi Escherichia coli atau koliform tinja dengan standar 0 dalam 100 ml air minum.
4.      Syarat Radioaktif
Air minum yang akan dikonsumsi hendaknya terhindar dari kemungkinan terkontaminasi radiasi radioaktif melebihi batas maksimal yang diperkenankan.
Dalam bukunya Michael (1988) bahwa kontaminasi yang mencemari air digolongkan ke dalam tiga ketegori: kimiawi, fisik, dan hayati. Kontaminan-kontaminan tertentu dalam setiap kategori ini dapat mempunyai pengaruhnya nyata terhadap kualitas air. Karena mempunyai potensi berlaku sebagai pembawa mikroorganisme patogenik, air dapat membahayakan kesehatan dan kehidupan.
Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh salah satu stasiun televisi swasta untuk mengetahui kandungan dalam es batu. Tim investigasi dari stasiun televise swasta tersebut mengambil contoh secara random di beberapa penjual yang mencampurkan es balok pada aneka minuman yang mereka jual. Lalu tim tersebut membawanya ke laboratorium untuk mengetes kandungan dari es tersebut. Hasilnya sungguh menakutkan dan mengejutkan setiap orang. Ternyata dalam es itu terkandung bakteri Escherichia coli jauh di atas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan lain kata, es balok ini mengandung bakteri hampir Setara dengan kotoran manusia. Dapat diartikan bahwa air es balok lebih kotor dari pada air toilet (Anonim, 2015).
Echerichia coli merupakan bakteri yang paling tidak dikehendaki kehadirannya di dalam air minum maupun makanan. Hal ini karena bila dalam sumber air ditemukan bakteri Escherichia coli, maka hal ini dapat menjadi indikasi bahwa air tersebut telah mengalami pencemaran oleh tinja manusia atau hewan-hewan berdarah panas.
Escherichia coli atau biasa disingkat E. coli, merupakan salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, berbentuk batang dan tidak membentuk spora. E. coli ini sesungguhnya merupakan penghuni normal usus, selain berkembang biak di lingkungan sekitar manusia. Kebanyakan E. coli tidak berbahaya, tetapi beberapa seperti E. coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia (Arisman, 2009). Adapun menurut Ruth Melliawati (2009) bahwa E. coli atau Bacterium coli commune adalah sebuah nama bakteri yang diambil dari nama orang yang menemukannya itu Theodor Escherich. Pada tahun 1907 Massini memberi nama E. coli sebagai Bacterium coli mutabile. Pernyataan dalam artikel ini didukung dengan pernyatan yang ada pada buku bahwa E. coli adalah salah satu jenis bakteri yang secara normal hidup dalam saluran pencernaan baik manusia maupun hewan sehat. Nama bakteri ini diambil dari nama seorang Bacteriologist yang barasal dari German yaitu Thedor Von Escherich yang berhasil melakukan isolasi bakteri ini pertama kali pada tahun 1885. Dr. Escherich juga berhasil membuktikan bahwa diare dan gastroenteristis yang terjadi pada infant disebabkan oleh bakteri E. coli (Jawetz, 1995).
Klasifikasi E. coli menurut Songer dan Post (2005) adalah sebagai berikut:

Kingdom : Bacteria 

Filum : Proteobacteria

Kelas : Gamma Proteobacteria

Ordo : Enterobacteriales

Famili : Enterobacteriaceae

Genus : Escherichia

Spesies : Escherichia coli

Nutris yang dibutukan oleh Escherichia menurut Meiry (2011) dalam table tipe nutrisi, Echerichia termasuk kedalam tipe kemoheterotrof dengan sumber energy untuk pertumbuhan berupa oksidasi senyawa organic, serta sumber karbon senyawa pertumbuhan berupa senyawa organic.
Kelangsungan hidup dan replikasi E. coli di lingkungan membentuk koliform. E. coli tidak tahan terhadap keadaan kering atau desinfektan biasa. Bakteri ini akan mati pada suhu 60°C selama 30 menit. E. coli merupakan bakteri Gram negatif dan tidak berbentuk spora. E. coli bersifat katalase positif, oksidasi negatif, dan fermentatif. E. coli termasuk bakteri mesofilik dengan suhu pertumbuhannya dari 7°C sampai 50°C dan suhu optimum sekitar 37°C (Adams dan Moss, 2008). E. coli dapat tumbuh pada pH 4-9 dengan aktivitas air 0.935. Laju pertumbuhan E. coli yaitu 25 jam/generasi pada suhu 8°C (Forsythe, 2000).

Sifat-sifat virulensi dari E. coli dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  1. E. coli Enteropatogenik (EPEC) adalah penyebab penting diare pada bayi, khusunya dinegara berkembang. EFEC melekat pada sel mukosa usus kecil. Akibat dari infeksi EFEC adalah diare cair, yang biasanya sembuh sendiri tapi dapat juga menjadi kronik.
  2. E. coli Enterosigenik (ETEC) adalah penyebab yang sering dari diare wisatawan dan sangat penting menyebabkan diare pada bayi di negara berkembang. Faktor kolonisasi ETEC yang spesifik untuk manusia menimbulkan pelekatan ETEC pada sel epitel usus kecil. Beberapa strain ETEC menghasilkan eksoroksin tidak tahan panas (LT) yang berada dibawah kendali genik dari plasmid. LT bersifat antigenik dan beraksi silang dengan hetralisasi dalam serum pada orang yang sebelumnya terinfeki dengan enterosigenik E. coli.
  3. E. coli Enterohemoragic (EHEC) menghasilkan verotoksin. EHEC berhubungan dengan kolitis hemoragik, berbentuk diare yang berat dan dengan sidroma uremia hemolitik suatu penyakit akibat gagal ginjal akut, anemia hemolitik mikroangiopatik dan trombositopenia.
  4. E. coli Enteroinuasif (EIEC) menimbulkan penyakit yang sangat mirip dengan shigelosis. Seperti shigella, stran EIEC bersifat nonlaktosa atau melakukan fermentasi laktosa dengan lambat serta bersifat tidak dapat bergerak. EIFC menimbulkan penyakit melalui invasinya ke sel epitel mukosa usus (Jawetz, 1995).
Adapun keuntungan E. coli menurut Ruth Meliawati (2009) yaitu menghasilkan kolosin, yang dapat melindungi saluran pencernaan dari bakteri usus yang patogenik, dipakai sebagai indicator untuk menguji adanya pencemaran  oleh tinja. Di dalam lingkungan dan kehidupan kita, bakteri E. coli banyak dimanfaatkan diberbagai bidang, baik pertanian, peternakan, kedokteran maupun dikalangan industry. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, E. coli telah banyak diketahui baik sifat morfologi, fisiologi maupun pemetaan DNAnya, sehingga bakteri ini dipakai untuk menyimpan untaian DNA yang dianggap potensial, baik, dari tanaman, hewan maupun mikro orgaisme dan sekaligus untuk pembanyakan. Keberadaan E. coli di samping dapat membantu untuk pengemban ilmu pengetahuan dan juga dimanfaatkan diberbagai bidang ilmu, bakteri E. coli juga dapat membahayakan kesehatan, karena diketahui bahwa bakteri E. coli merupakan bagian dari mikrobiota normal saluran pencernaan dantelah terbukti bahwa galur galur tertentu mampu menyebabkan gastroenteritis taraf sedang sampai parah pada manusia dan hewan. E. coli juga dapat menyebabkan diare akut, yang dapat dikelompok kan menjadi 3 katagori yaitu enteropatogenik (penyebab gasteroenteritis akut pada bayi yangbaru lahir sampai pada yang berumur 2 tahun), enteroinaktif dan enterotoksigenik (penyebab diare pada anak-anak yang lebih besar dan pada orang dewasa). Dilaporkan pula bila E. coli di dalam usus memasuki kandung kemih, maka dapat meneybabkan sintitis yaitu suatu peradangan pada selaput lendir organ tersebut.
Pengontrolan bakteri E. coli ini dapat diketahui dengan ciri-ciri yang diketahui dari genusnya, Michael (1988) dalam buku dasar-dasar mikrobiologi bahwa E. coli dapat melakukan fermentasi lactose dengan menghasilkan asam dan gas, hal ini merupakan kunci di dalam prosedur laboratorium untuk memebentuk potabilitas air (aman atau tidaknya air untuk diminum).
Adapun cara mengurangi kandungan E. coli salah satunya dengan merebus air karena seperti yang telah dijelakan di atas bahwa E. coli termasuk bakteri mesofilik dengan suhu pertumbuhannya dari 7ºC sampai 50ºC dan suhu optimum sekitar 37ºC (Adams dan Moss, 2008), oleh sebab itu masaklah air yang akan digunakan sebagai bahan es balok sampai mendidih.
Lalu bagaimana cara membedakan es yang baik untuk diminum? Pada sebuah situs internet dimuat cara membedakan es batu dari air mentah dan es batu dari air matang (Fitrah, 2012).
Ciri-ciri Es batu yang terbuat dari Air Mentah


  1. Perhatikan Warna Es. Es yang dibuat dari air mentah memiliki warna yang putih. Secara ilmiah, air yang bersuhu dingin akan meyebabkan udara terperangkap di dalam air. sehingga ketika air tersebut membeku maka akan tampak gelembung udara tadi menjadi berwarna putih seperti salju.
  2. Jumlah Gelembung Es. Gelembung-gelembung udara akan tampak di dalam es dengan jumlah yan begitu besar.

Ciri – ciri Es batu yang menggunakan Air Masak/Matang


  1. Kejernihan Es. Es batu yang menggunakan air masak akan terlihat lebih jernis dan sangat bening. Hal ini dikarenakan udara sudah lepas ketika proses pemasakan air. Es juga akan terlihat jernih tanpa kotoran karena Sebelum dijadikan es, terlebih dahulu air yang sudah dimasak di dinginkan sehingga kotoran-kotoran air akan mengendap seluruhnya.
  2. Gelembung Es. Secara Ilmiah, walaupun saat pendinginan air menjadi es pada suhu 0°C, udara tidak bisa masuk kedalam pembungkus es batu sehingga sangat sedikit gelembung yang terperangkap di dalam es batu. Ini juga membuktikan bahwa kandungan udara di dalam air menjadi berkurang.
Oleh sebab itu kita berhati-hatilah dalam mengkonsumsi minuan dengan yang dicampur es karena tak dapat kita pungkiri bakteri dengan kehidupan ini selalu berdampingan, alangkah baiknya kita meminuma minuman yang kita buat sendiri dengan komposisi nutrisi yang ditentukan. Harga es balok memang ekonomis, namun akan lebih ekonomis jika kita menjaga kesehatan untuk tidak meminum dan memakan, makanan sembarangan. Semoga bermanfaat!


Referensi:
Adams MR, Moss MO. Food Microbiology 3rd Edition. Cambridge: RSC Pub. 2008.
Arisman. Buku Ajar Ilmu Gizi Keracunan Makanan. Jakarta: EGC. 2009.
Fadilah, Meiry. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: UIN-Press. 2011.
Forsythe SJ. The Microbiology of Safe Food. London: Blackwell Science. 2000.
Jawetz, dkk.. Mikrobiologi Kedokteran Ed. 20. Jakarta: EGC. 1995.
Pelczar, Michael. Dasar- Dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI-Press. 1988.
Songer, J.G. dan Post, K.W. Veterinary Microbiology: Bacterial and Fungal Agents of Animal Disease, Elsivier Saunders. 2005.
Anonim, Bahaya Es Batu Dalam Kesehatan. 
http://www.yukiwaterfilter.com/in/artikel-147-bahaya-es-batu-bagi-kesehatan-.html. 2015.  Diaskes pada 22 April 2015, pukul 21.45 WIB.

Departemen Kesehatan, Persyaratan Kualitas Air Minum.
http://pppl.depkes.go.id/_asset/_regulasi/53_Permenkes%20492.pdf. 2010. Diaskes pada 22 April 2015, pukul 20.08 WIB.

Fitrah, Cara Mebedakan Es Batu dari Air Mentah dan Es Batu dari Air Matang.


I Wayan, dkk., Identifikasi Escherichia coli O157: H7 Dari Feses Ayam dan Uji Profil Hemolisisnya Pada Media Agar Darah.

Kementrian Kesehatan, Pengawasan Kualitas Air Minum.

Ruth Melliawati, Esherichia coli dalam kehidupan manusia.

58 komentar:

  1. Permasalahan masyarakat yang disampaikan oleh saudari Dian sangat menarik, karena dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari minuman dingin yang kita beli di pinggir jalan. di blog ini juga mengulas secara lengkap tentang bakteri yang terdapat di dalam es batu yang bahan pembuatnya bukan dari air yang bersih. lebih bagus lagi jika disajikan berita terkini berkaitan dengan permaslahan ini seperti pada web http://news.detik.com/read/2015/03/27/115654/2871316/10/polisi-pabrik-es-batu-beracun-berdiri-sejak-15-tahun-lalu
    Good Job Dian! :D

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas saran yang saudari Putri sampaikan. Kerap kali kita sering terlena dengan minuman dingin khususnya dicuaca yang terik. Saya juga membaca hal yang sama seperti web yang saudari sarankan pada web:
    http://www.tempo.co/read/news/2015/03/28/083653677/Hati-hati-Es-Balok-Berbahaya-Beredar-di-Jakarta

    Pada web tersebut disebutkan secara gamblang beredar di Jakarta, alangkah baiknya kita berhati-hati dengan minuman yang dicampurkan dengan es. Saran saya yaa sebaiknya kita membawa bekal minum kemana saja kita pergi, karena hal ini yang akan membantu kita dalam menjaga kesehatan pada diri kita.

    BalasHapus
  3. Artikel ini sangat bermanfaat untuk orang-orang agar senantiasa berhati-hati dalam mengkonsumsi apapun. Terlebih lagi terhadap es batu, yang sangat meneyenangkan dipergunakan saat sedang haus dan udara panas. Tapi jika tidak berhati-hati bukan segar yang didapat, melainkan sakit..

    Untuk memberikan sedikit informasi ke Dian, sekarang sudah cukup banyak juga org yang mulai peduli terhadap permasalahan es batu berbahaya ini sehingga banyak pabrik yang mau menggunakan cara-cara higienies dalam pembuatan es batu. Seperti yang saya baca di sumber ini, http://www.eskristalhigienis.com/http://www.eskristalhigienis.com/ mereka menyediakan es batu yang higienies dengan sistem Reverse Osmosis (RO),

    Penjelasan akan sistem RO ini bisa Dian baca di http://bisakimia.com/2014/01/23/apa-itu-reverse-osmosis/ jadi singkatnya RO ini adalah kebalikan dari osmosis. Jika osmosis ialah perpindahan molekul pelarut dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. Maka reverse osmosis ialah perpindahan molekul pelarut dari konsentrasi tinggi ke rendah.

    Nah, untuk manfaat nya terhadap pembuatan es batu dapat Dian baca langsung di situs yang sudah Saya berikan. Terima Kasih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Audina Lyadi : Terima kasih saudari Audina telah menambahkan informasi dari artikel saya. Untuk RO yaa itulah kemajuan teknologi, saat ini sudah banyak orang yang peduli akan kesehatan diiringi dengan perkembangan teknologi contohnya adalah RO. Dimana kita masih bisa merasakan dinginnya air dengan campuran es yang tanpa diragukan lagi kehigienisannya.
      Terima kasih ^^

      Hapus
  4. artikel yang menarik ;) sangat familiar kasus es balok di Indonesia . mengapa? karena mayoritas para pedagang menjual minuman menggunakan es balok ini alasannya yaitu karena lebih ekonomis untuk menekan biaya modal usahanya . telah jelas di artikel yang ditulis berbagai dampak negatif dari bakteri E coli tersebut. namun saya juga ingin menambahkan informasi tambahan ;)
    bahwa selain bakteri E coli mengandung bahan-bahan yang berbahaya dalam es balok tersebut juga berpotensi mengandung 10% enterocci. apasih enterocci itu?
    enterocci itu adalah Vankomisin enterococci-tahan (VRE) adalah jenis bakteri yang disebut enterococci yang sudah kebal terhadap banyak antibiotik , terutama vankomisin. Bakteri enterococci terdapat di usus dan kulit manusia dan biasanya tidak menyebabkan masalah. Tetapi ketika menjadi resisten terhadap antibiotik , mereka dapat menyebabkan infeksi serius, terutama pada orang yang sakit atau lemah. Infeksi ini dapat terjadi di mana saja di bagian tubuh. Beberapa umum termasuk usus, saluran kemih, dan luka terbuka.
    silahkan bisa dibaca selenkapnya informasi tambahan di link --> http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/tc/vancomycin-resistant-enterococci-vre-overview
    terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih atas informasi tambahan dari Saudari Firdhani Hayani, yaaa bener apa yang telah dikatakan Saudari Firdhani bahwa selain bakteri E coli mengandung bahan-bahan yang berbahaya dalam es balok tersebut juga berpotensi mengandung 10% enterocci. Atas informasi yang ditambahkan oleh Saudari Firdhani tambahkan maka kami tahu bahwa tidak hanya bakteri E. coli saja tetapi juga terdapat Enterocci dimana ini akan membuat kita semakin hati-hati.
      Terima kasih kak informasi tambahannya ^^

      Hapus
  5. es balok yang beredar saat ini memang sangat diragukan kesterilannya, karena jika es yang kita minum dalam minuman yang dibeli di jalanan ternayat mengandung mikroba yang sangat berbahaya bagi kesehatan itu akan berdampak buruk bagi kesehatan.
    terima kasih untuk dian yang telah memaparkan dengan jelas tentang bahaya mikroba yang terkandung pada es balok yang diolah dari air tidak steril (tidak dimasak).
    izin menambahkan sedikit informassi bahwa BBPOM di Bandar lampung telah menguji es balok di laboratorium IPB. info ini bisa dilihat di link berikut : http://www.radarlampung.co.id/read/bandarlampung/79241-bbpom-uji-es-balok-di-ipb
    atau bisa juga dilihat di link berikut tentang bakteri di es bisa memicu diare bahkan kanker : http://radioelnury.com/news/kesehatan/bakteri-di-es-bisa-sebabkan-diare-hingga-picu-kanker.html

    terimakasih, semoga bermanfaat informasi tambahannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah disanalah diperlukan kehati-hatian kita terhadap minuman yang dicampur dengan es, karena sekarang kita sudah tahu bahwa banyak pedagang yang menggunakan es balok yang berasal dari bahan baku air sungai yang banyak mengandung bakteri E. coli yang akan menyebakan diare bahkan kanker. Terima kasih saudari Euis atas informasi tambahannya ^^

      Hapus
  6. Pemaparan yang cukup jelas. Miris memang disaat kondisi kesehatan mengancam, tapi masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan es balok untuk meminimalisir biaya produksi, khususnya dalam hal minuman. Tentu ini sangat tidak baik, dan akibatnya tidak terlalu dirasakan dalam jangka pendek, namun akan lebih dirasakan dalam jangka panjang. Saya hanya ingin menambahkan, bahwasannya es balok ini memiliki. Kelebihan es balok dibanding dengan es-es yang lainnya yaitu es balok dapat bertahan lama atau tidak mudah mencair. Jika ditutup dengan rapat menggunakan plastik atau karung kemudian ditempatkan jauh dari sinar matahari, es balok bisa bertahan antara satu sampai lima hari. Hal itu berbeda pada es perumahan atau es kristal yang tidak bisa bertahan lama dan lebih cepat mencair. Di samping itu, harganya murah dan esnya tidak mudah pecah atau remuk jika dipotong potong. Penjelasaan lebih lanjut ada pads link berikut: http://eprints.walisongo.ac.id/3759/4/102311004_Bab3.pdf

    Dan penggunaan es balok akan lebih baik digunakan untuk pendingin ikan ataupun daging yang berfungsi sebagai pengawet, namun penggunaannya untuk minuman tentu tidak dibenarkan. Maka dari itu kalau pedagangnya kurang sadar akan bahaya es balok, kitalah yang harus sadar akan bahaya tersebut dengan tidak membeli minuman yang menggunakan es balok. Lebih baik mencegah kan daripada mengobati? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat betul sekali mencegah lebih baik dari pada mengobati. Terima kasih saudari Ana atas informasi tambahannya, sekarang kita sudah dapat membedakan dengan kasat mata bagaimana es yang baik dan es yang buruk, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  7. Artikel Dian sangat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai bakteri pada es balok. Saya jadi berpikir, jika selama ini saya meminum minuman yang menggunakan es balok bagaimana dengan tubuh saya yang sudah dihuni oleh bakteri E.coli yang begitu banyak dan menumpuk menjadi penyakit. Jadi, kita tahu bahwa bakteri E.coli dapat menuntungkan dan merugikan. E.coli yang merugikan terdapat pada es balok yang menggunakan air yang kotor, dapat menimbulkan berbagai macam penyakit pada manusi seperti diare sampai gagal ginjal.
    Kita harus memilah-milah dalam mengonsumsi sesuatu agar kita terhindar dari penyakit yang disebakan dari bakteri pada makanan ataupun minuman.Dengan memakan makanan yang sehat kita dapat menetralisir tubuh dari bakteri-bakteri yang dapat menimbulkan penyakit.Dengan membaca ini http://ahmoshc.com/media/21999/1404_oshc_fs_healthy_eating_indonesian.pdf kita akan lebih dapat mengatur pola makan kita agar tetap sehat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa begitulah E. coli, bakteri ini diciptakan oelh Allah dengan kondisi yang menguntungkan dan merugikan, maka bersyukurlah kita sebagai manusia yang diciptakan mempunyai akal sehingga dapat mengetahui peranan yang menguntungkan dan merugikan bagi kita. Terima kasih saudari Evin atas informasi tambahannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  8. artikel ini sangat membantu.. saya bisa lebih berhati-hati lagi bila membeli minuman dingin, dengan memperhatikan es batu yang telah di paparkan oleh Dian di atas.. bahan pembuatan es batu dari air yang tidak bersih atau tidak dimasak sangat berdampak buruk pada kesehatan konsumen, salah satunya bahan baku es batu dari air kali. dapat dilihat di http://metro.sindonews.com/read/981643/170/bahan-baku-es-batu-beracun-dari-air-kali-malang-1427357060

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Indah atas informasi tambahannya. Saat ini sudah terlalu banyak oknum-oknum penjual minuman yang tidah bertanggung jawab yang mencampurkan es balok pada minuman namun disamping oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut masih terdapat perjual yang berhati mulia. Namun kehati-hatian kita sangat dituntut dalam menjalani aktivitas ini, contohnya membeli minuman yang dicampur dengan es.
      Terima kasih, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  9. Terima kasih Dian pengetahuan saya bertambah lagi mengenai bakteri pada es balok ini. Artikel ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang hsuka dengan minuman dingin. Saya ingin menambhakan seidikit mengenai penobatan bila kita terinfeksi E coli. Pengobatan infeksi E.coli bergantung pada tempat infeksi dan tingkat keparahan infeksi. Pengobatan utama adalah pemberian antibiotik, beserta perawatan lain seperti pemberian cairan, oksigen, dan pengobatan lain sesuai gejala. Pada infeksi ringan, penderita dapat berobat jalan. Pada penderita dengan infeksi berat (infeksi selaput otak, paru, sistem empedu, ginjal, dan infeksi dengan nanah pada rongga perut) perlu dirawat inap. Untuk info lebih jelasnya dapat diakses di http://www.kerjanya.net/faq/6588-escherichia-coli.html semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Heti atas informasi tambahan berupa pengobatan bagi yang terinfeksi E. coli, namun tetaplah mencegah lebih baik daripada mengobati :)
      Terima kasih, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  10. Setelah saya membaca artikel ini, saya jadi tidak berani untuk membeli es sembarangan lagi, mengetahui resiko dari bakteri yang terdapat pada es balok. walaupun telah dijelaskan oleh Dian bahwa ada cara untuk membedakan antara es dengan air mentah dan es dengan air matang. tapi bagaimana bila es tersebut disajikan menjadi es serut atau es lain yang bentuknya tidak utuh??

    terimakasih atas informasinya..
    Suxes slaloe Dian ;-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan yang bagus saudari Firda. Yaa disini saya akan menjawab sesuai pengalaman saya terkadang kita memang bingung membedakan es yang sudah disajikan dalam bentuk yang tidak utuh. Setahu saya es serut yang tidak baik itu biasanya mempunyai bau yang khusus seperti bau air sungai atau agak terasa seperti bau tanah, selain itu dilihat juga kejernihannya, biasanya es yang dibuat dari air mentah memiliki warna yang putih dan terkadang sedikit kotor terdapat butir-butir hitam seperti pasir. Dilihat dari distribusinya biasanya esbalok ini didistribusikan ke tempat-tempat jualan dipinggir jalan, yaaa alangkah hati-hatinya untuk terhindar meminum es yang tidak baik ini, cobalah meminum es di tempat yang heigenis seperti cafe-cafe, atau warung-warung yang menggunakan es kristal atau es yang airnya sudah dimasak matang. Sedangkan berdasarkan web: http://eprints.walisongo.ac.id/3759/4/102311004_Bab3.pdf
      es serut yang beerasal dari es balok dapat bertahan lama atau tidak mudah mencair.

      Terima kasih, semoga bermanfaat untuk kita semua^^

      Hapus
  11. Audina Lyadi : Terima kasih saudari Audina telah menambahkan informasi dari artikel saya. Untuk RO yaa itulah kemajuan teknologi, saat ini sudah banyak orang yang peduli akan kesehatan diiringi dengan perkembangan teknologi contohnya adalah RO. Dimana kita masih bisa merasakan dinginnya air dengan campuran es yang tanpa diragukan lagi kehigienisannya.
    Terima kasih ^^

    BalasHapus
  12. Terima Kasih atas informasi tambahan dari Saudari Firdhani Hayani, yaaa bener apa yang telah dikatakan Saudari Firdhani bahwa selain bakteri E coli mengandung bahan-bahan yang berbahaya dalam es balok tersebut juga berpotensi mengandung 10% enterocci. Atas informasi yang ditambahkan oleh Saudari Firdhani tambahkan maka kami tahu bahwa tidak hanya bakteri E. coli saja tetapi juga terdapat Enterocci dimana ini akan membuat kita semakin hati-hati.
    Terima kasih kak informasi tambhannya ^^

    BalasHapus
  13. astagfirullah menurut saya sungguh keterlaluan bagi penjual yang menggunakan air mentah dalam pembuatan es balok ini apalagi dari anak-anak hingga dewasa sangat menyukai sekali minuman yang menggunakan es..
    Minum es memang membuat tenggorakan menjadi dingin dan melepas dahaga apalagi di saat musim panas, akan tetapi terlalu banyak minum es juga tidak baik, kenapa ? karena banyak dampak buruknya bagi tubuh kita di antaranya ialah :
    1. Memperlambat proses pencernaan
    Kebiasaan minum air dingin setelah mengkonsumsi makanan dapat membuat usus menyempit. Suhu yang dingin dapat membekukan makanan berminyak yang telah kita konsumsi, sehingga memperlambat proses pencernaan. salah satu dampaknya dapat membuat perut membuncit.
    2. Membuat kepala menjadi pusing
    Mengkonsumsi air dingin setelah berolahraga tanpa jeda bisa membuat kepala terasa pusing. Hal ini diakibatkan karena saraf pusat tidak siap menerima respon perubahan panas ke dingin tubuh dalam waktu yang singkat.

    untuk info lebih lengkapnya dapat dilihat disini yaa http://kesehatan.kompasiana.com/makanan/2015/03/14/bahaya-kebanyakan-minum-air-es-730007.html
    jazakillah dian, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw terima kasih saudari amel atau informasi tambhannya, sangat bermanfaat sekali. Allah membenci hal yang berlebih-lebihan, oleh sebab itu minuman dingin yang sering digunakan untuk melepas dahaga jika diminum berlebihan akan membeikan efek samping seperti yang telah amel paparkan.
      Terima kasih Amel, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  14. artikel yang dibuat oleh saudari Dian sangat menarik. saya hanya ingin sedikit memberikan informasi, es balok sebenarnya tidak dipergunakan untuk konsumsi, namun digunakan hanya untuk pengawetan, seperti pengawetan ikan, buah-buahan ataupun yang lainnya. menurut beberapa sumber yang saya baca, es balok memang kebanyakan dibuat tanpa memikirkan segi kebersihannya, karena es balok banyak dibuat dari air yang berasal dari air sungai ataupun air yang tidak layak konsumsi, karena memang es balok bukan untuk di konsumsi, namun kenyataannya berbeda. para penjual es nakal nekat menggunakan es balok dan mengabaikan keselamatan pelanggannya. es balok yang sudah jelas-jelas banyak mengandung bakteri dan merupakan sumber penyakit atau bahkan penyebab kematian. penjual es dengan menggunakan es balok dapat terancam hukuman pidana seperti yang terdapat pada Pasal 94 dan 45 undang-undang nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air dengan ancaman 3 tahun atau denda Rp 500 juta. Lalu Pasal 62 nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun atau denda Rp 2 milyar. Pasal 135 dan pasal 140 undnag-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman 2 tahun penjara atau denda Rp 4 miliar. seperti pada sumber berikut: http://news.detik.com/read/2015/03/26/142221/2870399/10/hiii-pabrik-es-batu-di-jakarta-timur-ini-jual-es-mengandung-bakteri-berbahaya

    Dengan dijabarkannya ancaman hukum tersebut, mudah-mudahan penjual es tidak lagi menggunakan es balok sumber bakteri penyebab penyakit.

    terima kasih, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, ternyata sudah ada hukum yang berlaku di negeri kita ini, semoga para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut dapat merasakan jeranya, dan tidak melakukan lagi apa yang telah mereka lakukan yang merugikan orang lain. Terima kasih Windy informasi tambahannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  15. artikelnya sangat bagus dan informatif sekali dian, terutama untum saya yang sangat menyukai es, ya memang benar kata dian,saya juga sering melihat pedagang es balok yang sangat tidak higienis, mereka menggunakan gerobak yang kotor untuk mengangkutnya, selain itu saya juga pernah lihat tayangan tv yaitu Dr.OZ indonesia cara membedakan es balok yang dibuat dari air matang dan air mentah, benar sekali yang dian paparkan, es balok yang dibuat dari air matang es baloknya jernih tidak ada gelembung putih, sedangkan es balok yang terbuat dari air mentah sebaliknya.
    trimaksih dian atas informasinya,setelah membaca artikel ini saya akan berhati hati lagi jika minum es. Trimkasih dian :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Ghina atas informasinya juga, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  16. artikelnya sangat informatif sehingga kita perlu waspada dalam mengkonsumsi minuman terutama jajanan pinggir jalan yang kebanyakan menggunakan es balok. Di berbagai forum internet, banyak beredar tips membedakan es batu yang diproduksi dari air matang dengan air mentah. Menurut tips tersebut, bening atau tidaknya es batu bisa menjadi indikatornya. Tapi awas, info ini menyesatkan!
    (http://health.detik.com/read/2015/03/27/175422/2871898/763/awas-hoax-matang-tidaknya-es-batu-tak-kelihatan-dengan-mata-telanjang)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa benar sekali bening atau tidaknya es batu menjadi indikatornya, hal terebut sudah saya paparkan diartikel ini.
      Terima kasih Khairotunnihlah atas informasi tambahannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  17. artikel ini sangat informatif karena kita bisa tau dan sadar tentang perbedaan es batu yang baik dan tidak. alangkah lebih bagus jika kita membuat sendiri es batu sendiri karena mencegah lebih baik kan. selain bakteri jenis E.coli yang terkandung pada es balok kotor, ternyata bakteri colliform juga terdapat pada batu es kotor juga. bisa dilihat disini yah http://e-journal.uajy.ac.id/4841/2/1BL01118.pdf. terimakasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa benar sekali bahwa pada es balok yang kotor tidak hanya terdapat E. coli saja melainkan juga terdapat Colliform seperti yang dikatan saudari Rani, terdapat juga Samonella, Enterococci.
      Adapun informasi lebih lengkap dapat dibaca pada: le http://www.researchgate.net/profile/Ratih_Dewanti-Hariyadi/publication/259486884_Keberadaan_dan_Perilaku_Salmonella_dalam_Es_Batu/links/02e7e52c3114659813000000.pdf.
      dan
      http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/tc/vancomycin-resistant-enterococci-vre-overview

      Mohon maaf jika informasi saya kurang lengkap karena disini saya hanya mengambil salah satu bakteri saja yaitu E. coli. Terima kasih saudari Rani atas informasi tambahannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  18. Artikel yang disampaikan Dian sangat bagus, mengingatkan kita bahwa penjual es-es di berbagai tempat belum tentu menggunakan es batu yang higienis yang aman untuk dikonsumsi, menurut artikel yang telah Dian sampaikan, ironisnya belakangan ini jenis es batu yang banyak tersebar adalah jenis es batu yang tidak layak di konsumsi karena proses dan bahan pembuatannnya tidak higienis.
    Saran dari saya, hendaknya mengkonsumsi es batu yang dibuat sendiri di rumah dengan jaminan bahan dan proses yang dilakukan terjamin higienis.
    Berikut tips membuat es batu yang jernih dan aman untuk dikonsumsi, bisa dilihat pada link dibawah ini
    http://www.mesinraya.co.id/cara-membuat-es-batu-yang-jernih.html
    Terimakasih Dian, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Hani atas saran dan informasi tambahannya, semoag bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  19. artikel dian sangat bagus, ternyata hanya es batu saja sudah ada bakterinya juga, udh begitu bukan dari air rebusan atau matang melainkan dari air keran, astaghfirullah. saya sangat menambah pengetahuan sekali membaca artikel dian ini, saya jadi harus lebih hati-hati dalam meminum es, terimakasih dian sudah membuat artikel ini. sukses selalu^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Ayu, semoga kita selalu diberikan kehati-hatian dalam hal ini adalah kehati-hatian dalam meminum es. Semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  20. Artikel yang menarik, tetapi memang seharusnya es balok itu tidak untuk dikonsumsi, seperti statement ”Pada produksi es balok untuk mengawetkan ikan, air yang dipakai tidak dimasak. Akibatnya, ditemukan banyak bakteri, termasuk E coli. Hal itu telah kami temukan di sekitar sekolah,” kata Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparringa seusai lokakarya ”Menuju Pangan Jajan Anak Sekolah yang Aman, Bermutu, dan Bergizi”, di Jakarta, Rabu (9/10). dikutip dari http://wartakota.tribunnews.com/2013/10/15/ditemukan-bakteri-e-coli-pada-es-balok. Terima Kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih saudari Mauliza atas informasi tambahannya, yaa memang kerapkali es yang digunakan dalam jajajnan sekolah ini adalah es yang terbuat dari air yang belum matang. Disinilah butuh kehat-hatian kita dalam memilih jajanan khususnya dalam hal ini adalah minuman yang dicampur dengan es. Semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  21. artikel yang sangat bermanfaat bagi kita terutama bagi mereka yang sangat menyukai minuman berEs (seperti saya :D), karena artikel ini saya bisa membedakan antara es balok yang baik untuk kesehatan dan yang tidak baik. di sini saya ingin menambahkan sedikit mengenai cara membunuh bakteri pada es balok, menurut artikel yang saya baca di http://www.yukiwaterfilter.com/in/artikel-147-bahaya-es-batu-bagi-kesehatan-.html, teknologi penyinaran UV dapat membunuh semua bakteri yang ada di air sehingga air aman untuk dikonsumsi.
    terimakasih dian :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Informasi yang bermanfaat, ternyata ada caranya agar bakteri yang tekandung dalam es dapat terbunuh yaitu dengan penginaran UV sehingga aman dikonsumsi. Terima kasih saudari Fitri Rizkiyah atas informasi tambhannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  22. artikel yang dian buat sangat menarik, tambahan dari yang telah saya dapatkan Dari keterangan yang sudah ada, terungkap bahan baku yang digunakan untuk membuat es batu berasal dari lokasi yang tidak higienis , selebihnya silahkan di cek di http://news.detik.com/read/2015/03/26/142221/2870399/10/hiii-pabrik-es-batu-di-jakarta-timur-ini-jual-es-mengandung-bakteri-berbahaya . terimakasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Selly atas informasi tambhannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  23. artikel yang menarik, setuju dengan dian bahwa E.coli tidak hanya berperan negatif namun juga berperan positif yakni dapat menghasilkan kolisin, yang berperan dalam melindungi saluran pencernaan dari bakteri patogenik (sumber : http://www.biotek.lipi.go.id/images/stories/biotrends/vol4no1/EcoliR.Melliawati1014.pdf)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Fitry Auliya atas informasi tambhannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  24. artikel yang dibuat oleh saudari dian sangat menarik dan cukup jelas namun saya hanya ingin menambhakan sedikit tentang penyakit yang di akibatkan mengkosumsi es batu dengan air mentah atau tidak higenis dapat di baca di sini ya http://bersamadakwah.net/dampak-jika-minum-es-batu-kw/. terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Festi atas informasi tambhannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  25. artikel dian sangat menarik sekali, karena sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan pemaparannya sudah sangat jelas ditambah dengan penambahan dari teman-teman semua . terima kasih untuk artikel nya dian. sukses yaa . :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Linda telah membaca artikelnya, semoga bermanfaat yaaa ^^

      Hapus
  26. artikel yang menarik sekali yah dian, apalagi es balik ini yang paling banyak dikonsumsi oleh pelajar seperti kita yang seneng jajan hehehehe
    setelah mengetahui bakteri bisa ada dimana-mana kita tidak boleh menutup untuk menjaga kesehatan kita sendiri karena, tergantung imunitas juga kita bsia terus hidup sehat... karena mengonsumsi es ini tidak dapat kita hindari lagi.. jadi kita harus terus meningkatkan imunitas dengan memakan makanan yang sehat atau meminum vitamin dan tidak lupa pula untuk mengurangi konsumsi es balok yang biyasa digunkan oleh tukang es ditempat kita biyasa jajan (http://www.carakhasiatmanfaat.com/artikel/tips-meningkatkan-daya-tahan-tubuh.html)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa benear sekali kondisi inmun kita juga perlu diperhatikan. Terima kasih Mazidah atas informasi tambhannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  27. Artikelnya menarik sekali informasi yang diberikan sangat jelas, dengan artikel ini kita bisa lebih hati-hati lagi kalu ingin jajan minuman-minuman es dipinggir jalan atau tempat lain karena kita tidak tahu es batu atau es baloknya terbuat adri air yang bersih atau tidak dikutip dari lifestyle.okezone.com ternyata Es Balok dari Air Sungai Bisa Sebabkan Pendarahan silahkan klik untuk pemaparan informasinya
    http://lifestyle.okezone.com/read/2015/04/01/481/1127793/es-balok-dari-air-sungai-bisa-sebabkan-pendarahan terima kasih D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Raihan atas informasi tambhannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  28. Artikelnya sangat menarik sekali yah dian, tapi masih banyak yang menggunakan es batu balok ini karna harganya yang terjangkau dan lebih murah .. harus lebih hati-hati untuk membeli minuman minuman dipedagang kaki 5 nih.. dengan semua pembahasan bakteri-bakteri yang ada di es balok ini, kita jadi tau mana yang es dibuat dari air sungai atau tidak dimasak, dengan es batu yang dimasak,.. bisa dilihat dari perbedaan antara warnanya yang berbeda..
    contohnya :
    Es batu yang terbuat dari air mentah terlihat berwarna putih layaknya susu.
    Sementara itu Es yang terbuat dari air matang akan terlihat bening.
    http://www.sayangi.com/fitur/tahukah-anda/read/22097/ini-cara-bedakan-es-batu-air-mentah-dan-es-batu-air-matang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa benar sekali, kita harus hati-hati. Terima kasih Farrisa atas informasi tambhannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  29. Trimakasih dian informasinya sangat bermanfaat dan membuat lebih berhati-hati lagi.
    saya izin menambahkan kasus karena penjual es balok yang berbahatya tertangkap. Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kasus peredaran es balok menggunakan bahan kimia berbahaya. Es yang seharusnya untuk industri, didistribusikan untuk konsumsi warga sehingga rawan menimbulkan penyakit. kecurigaan petugas pada es batu yang dijual oleh warung di daerah Setiabudi. Lalu kita telusuri pendistribusiannya," ungkap Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, Kamis (26/3).

    Menurut Wahyu, dari hasil penelusuran didapatilah pabrik pembuat yaitu PT EU yang berada di kawasan industri Rawa Gelam, Jakarta Timur. Polisi akhirnya menetapkan DDN (55), pemilik alat angkut dan AL (55) penanggung jawab pabrik sebagai tersangka.

    "Didapati yang membuat es balok itu berada di Jakarta Timur. Sumber air untuk membuat es balok itu dari Kali Malang Bekasi," jelasnya.........
    http://beritajakarta.com/read/9190/Pembuat_Es_Balok_Berbahan_Kimia_Diamankan_Polisi#.VUeQFvDRvMw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah ternyata sudah banyak pabrik yang terungkap yaaa, semoga para pemilik pabrik dan pekerjanya diberikan kesadaran setelah kejadian ini. Terima kasih Khalifatisifa atas informasi tambhannya, semoga bermanfaat untuk kita semua ^^

      Hapus
  30. saya suka dengan artikel yang sangat bagus untuk disimak ini dian. terutama oleh kita yang kesehariannya tidak lepas dari minuman dingin karena pengaruh suhu di ibukota ini. artikel ini bahasannya detail banget, ditambah komentar kawan-kawan yang sudah saling melengkapi. sehingga kita jadi lebih berhati-hati lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Suadah telah membaca artikelnya, semoga bermanfaat yaaa ^^

      Hapus
  31. zakiyah jadi tahu sekarang bakteri apa yang ada di Es balok ternyata si E. coli :D . dia dapat hidup di suhu rendah yaa :) . semangat ya dian :)

    BalasHapus